Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Indosat Dorong Akselerasi AI Terapan Skala Nasional, Bagikan Dividen Rp3,57 Triliun Lebih

Kamis, Mei 07, 2026
RUPST PT Indosat Tbk

Jakarta (Ekbis9) – PT Indosat Tbk (Indosat atau IOH; IDX: ISAT, atau Perseroan) mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), menandai fase pertumbuhan baru seiring percepatan strategi AI North Star serta komitmen perusahaan dalam menghadirkan nilai nyata bagi para pemegang saham. 

Di tengah tantangan kondisi makroekonomi sepanjang 2025, Indosat tetap menunjukkan ketangguhan melalui eksekusi bisnis yang disiplin dan arah strategi yang terarah, sekaligus membangun fondasi kuat untuk penciptaan nilai secara jangka panjang.

President Director and Chief Executive Officer IOH, Vikram Sinha, mengatakan, Indosat percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. 

"Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin. Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen, " ujarnya. 

Seluruh langkah ini mencerminkan semangat #LebihBaikIndosat dalam memberdayakan Indonesia.”

Berlandaskan hal tersebut, Indosat terus mempercepat ambisi AI North Star untuk menjadikan penggerak perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dengan memberdayakan Indonesia melalui ekosistem AI yang terintegrasi secara menyeluruh. 

Transformasi ini dimulai dari evolusi Indosat menjadi AI-native telco, dengan mengintegrasikan AI ke seluruh operasi inti untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal melalui AI hyper-personalization, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan efisiensi belanja modal. 

Pendekatan ini telah memperkuat keterlibatan pelanggan dan dapat mendukung pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Indosat memperluas layanannya dari sekadar konektivitas menjadi AI TechCo, membuka peluang pertumbuhan baru di bidang sovereign AI, cloud, dan keamanan siber. 

Dengan kapabilitas utama yang telah terbangun, perusahaan kini memasuki fase ekspansi untuk mendorong pertumbuhan eksponensial pada layanan berbasis AI, baik di segmen konsumen maupun enterprise.

Salah satu pendorong utama strategi ini adalah kolaborasi strategis Indosat dengan NVIDIA yang diumumkan pada NVIDIA GTC 2026, bersamaan dengan peluncuran Sahabat-AI sebagai satu kesatuan upaya membangun ekosistem AI di Indonesia. 

Melalui kemitraan tersebut, Indosat memanfaatkan platform Accelerated Computing dan model AI terbuka dari NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan kapabilitas AI berkelas dunia ke Indonesia. 

Inisiatif ini memungkinkan pengembangan solusi berkinerja tinggi yang relevan secara lokal, sekaligus meletakkan fondasi bagi sovereign AI yang terbuka, adaptif, dan selaras dengan prioritas nasional. 

Berlandaskan fondasi ini, Sahabat-AI hadir sebagai platform kolaboratif untuk memperluas akses terhadap AI. 

Dibangun di atas fondasi tersebut, Sahabat-AI hadir sebagai platform kolaboratif yang membuka akses lebih luas terhadap kecerdasan buatan memberdayakan individu, developer, enterprise, hingga institusi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan solusi AI yang sesuai dengan bahasa, konteks budaya, dan kebutuhan pasar Indonesia.

Untuk memastikan akses yang inklusif dalam skala besar, Indosat juga mengembangkan AI Grid yang terdistribusi, dengan memanfaatkan cakupan jaringannya secara nasional dan infrastruktur pusat data dari Perseroan untuk mendistribusikan daya komputasi AI ke seluruh Indonesia. 

Pendekatan ini mempercepat akses terhadap AI, mendorong inovasi di luar kota-kota besar, serta memungkinkan developer, pelaku usaha, dan komunitas di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam ekonomi berbasis AI. 

Melalui strategi terintegrasi ini, Indosat terus bertransformasi menjadi AI Nation Shaper, memperkuat kapabilitas digital Indonesia sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari keputusan RUPST, Indosat juga menyetujui pengangkatan Reski Damayanti,  Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi efektif sejak penutupan rapat. 

Tak hanya itu, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Seppalga Ahmad sebagai Komisaris Perseroan yang efektif sejak penutupan rapat. 

Penunjukan ini semakin memperkuat kemampuan Indosat dalam mengeksekusi strategi dengan lebih agile dan disiplin. 

Reski Damayanti memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang hukum, regulasi, dan tata kelola perusahaan di sektor telekomunikasi dan FMCG di Indonesia serta Asia Tenggara. 

Sebagai anggota Direksi, ia berperan penting dalam memperkuat kerangka tata kelola serta mendorong inisiatif strategis di bidang regulasi, termasuk mendukung solusi berbasis AI seperti anti-spam dan anti-scam.

Apoorva Mehrotra membawa pengalaman internasional lebih dari 25 tahun di kawasan Asia dan Afrika, dengan rekam jejak kuat dalam mendorong pertumbuhan dan transformasi di sektor telekomunikasi dan digital. 

Ia pernah memegang berbagai posisi strategis di Airtel dan Vodafone, termasuk sebagai Regional CEO East Africa di Airtel Africa, dan dikenal atas kemampuannya dalam mendorong kinerja bisnis serta membangun tim berkinerja tinggi.

Honesti Basyir membawa pengalaman lebih dari dua dekade di industri telekomunikasi serta berbagai sektor strategis. 

Penunjukan ini diyakini akan mempercepat transformasi Indosat, khususnya dalam mengeksekusi strategi pengembangan AI perusahaan.

Rapat juga memutuskan pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar sebagai Direktur dan Achmad Syah Reza sebagai Komisaris Perseroan. 

Perseroan menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada B Ahmad Zulfikar dan Achmad Syah Reza atas kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama masa jabatannya.

Bagikan Dividen

Sebagai cerminan kinerja yang solid dan komitmen berkelanjutan terhadap pemegang saham, RUPST menyetujui pembagian dividen total sebesar Rp3.579.840.016.227  atau setara dengan Rp111 per saham. 

Dividen tersebut akan dibagikan selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat. (red) 

Percepat Pembangunan KDKMP, Pemkab Simalungun Gelar Rakor Bersama TNI

Rabu, April 15, 2026


SIMALUNGUN (ekbis9) - Upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Simalungun tidak hanya berfokus pada anggaran dan perencanaan, tetapi juga berhadapan dengan persoalan klasik berupa penataan aset dan kesiapan lahan.


Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bersama unsur TNI menyatukan langkah strategis melalui Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

 

Rakor yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Mixnon Andreas Simamora dan Dandim 0207/Sml Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana ini berlangsung di ruang Puskodal Koramil 08/Bangun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (14/04/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Simalungun, Mixnon A. Simamora, menegaskan bahwa kunci utama saat ini adalah optimalisasi aset yang tersedia tanpa mengganggu produktivitas masyarakat.


Menurut Sekda, masih banyak potensi aset, baik milik pemerintah daerah, provinsi, maupun pihak lain yang belum termanfaatkan secara maksimal. "Prinsipnya, kita tidak boleh mengurangi produksi masyarakat. Tapi lahan-lahan yang tidak terpakai dan berada dekat dengan akses masyarakat, itu yang harus kita dorong untuk dimanfaatkan,” ujar Sekda.

 

Sekda mengakui bahwa persoalan aset bukan sekadar soal ketersediaan, tetapi juga terkait kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Di tengah desakan kebutuhan investasi dan pembangunan, pemerintah daerah harus tetap berhati-hati agar tidak melanggar aturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

 

“Di satu sisi kita ingin investasi berjalan, tapi di sisi lain ada regulasi yang harus kita patuhi. Maka tugas kita adalah mencari jalan tengah agar tidak melanggar aturan, tetapi pembangunan tetap berjalan,” kata Sekda 

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Sekda menyoroti pentingnya koordinasi yang solid antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan meminta seluruh pihak, termasuk unit pengelola aset dan koperasi, bergerak dalam satu sistem kerja yang terintegrasi.


Percepatan administrasi melalui penyusunan skema kerja sama, kontrak, dan pelaporan yang terukur menjadi prioritas agar tidak ada proses yang berjalan lambat. "Kita perlu sistem yang rapi, termasuk percepatan pembuatan SK tim dan koordinasi yang lebih intens. Dengan begitu, setiap perkembangan bisa terpantau dan Target 26 titik pada bulan ini dapat tercapai”pungkasnya.

 

Sementara itu, Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap ratusan titik lahan target pembangunan. Dari hasil pendataan, sebagian sudah masuk tahap program, namun masih banyak yang dalam proses verifikasi status legalitas.


Untuk mencapai zona aman kita harus 138 titik pada bulan April,Yang suda masuk 112 dan kita kurang 26 titik lokasi Koperasi KDKMP “Total titik yang kita petakan cukup banyak. Sebagian sudah masuk program pembangunan, sebagian lagi masih dalam proses. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan kita masih cukup besar,” jelasnya.

 

Salah satu kendala utama yang ditemukan di lapangan adalah status lahan yang belum jelas serta adanya bangunan aktif di atas lahan yang direncanakan. Kondisi ini membuat proses administrasi menjadi lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan komunikasi yang baik dengan masyarakat.

 

Untuk mengatasinya, Dandim menyebutkan telah dibentuk tim terpadu yang melibatkan berbagai unsur. Tim ini bertugas mempercepat verifikasi data dan penyelesaian masalah di lapangan secara langsung, sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk memulai pembangunan.


Lebih lanjut, Dandim menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Demi percepatan realisasi kegiatan, pihaknya bahkan membuka peluang penyesuaian standar luas lahan selama masih dalam batas toleransi dan tidak mengganggu fungsi utama bangunan.

 

“Yang penting adalah solusi. Kalau memang luas lahan tidak ideal, masih bisa kita toleransi selama tidak mengganggu fungsi utama. Ini demi percepatan pembangunan yang manfaatnya kembali ke masyarakat,” tegasnya.

 

Rakor yang berlangsung konstruktif ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan sesi foto bersama, menandai komitmen kuat seluruh pihak untuk mewujudkan pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (e9)

Jelang HUT ke 78, Akademisi Optimis Kolaborasi Membangun Sumut Berjalan Baik

Rabu, April 15, 2026


MEDAN (ekbis9) – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), semangat kolaborasi dalam pembangunan daerah dinilai semakin kuat. Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr. Rudianto, optimistis sinergi berbagai pihak akan berjalan baik di bawah kepemimpinan Gubernur Sumut Bobby Nasution.


Hal tersebut disampaikan Rudianto saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di TVRI Sumut, Selasa (14/4/2026). Ia menilai, kepiawaian Bobby Nasution dalam memimpin daerah yang majemuk menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif.


“Sumut itu majemuk, bukan hanya suku, budaya, dan agama, tetapi juga golongan dan kelompok. Dengan kepiawaian Bobby Nasution, saya kira ini bisa dikolaborasikan dan berjalan dengan baik,” ujar Rudianto di Studio TVRI Sumut, Jalan Putri Hijau Nomor 7, Medan.


Menurutnya, pendekatan kolaboratif telah ditunjukkan Bobby Nasution sejak awal menjabat sebagai gubernur. Ia menilai, perhatian diberikan merata ke seluruh 33 kabupaten/kota, terutama daerah yang menghadapi kesulitan, termasuk wilayah terdampak bencana.


“Ini sudah dia tunjukkan dari awal memimpin. Dia tidak melepaskan satu kabupaten/kota pun, semua dikunjunginya, terutama yang terdampak bencana. Ini momentum yang menunjukkan di tengah masalah apa pun, kita harus tetap kompak dan solid,” katanya.


Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Perekonomian Pemprov Sumut, Ardan Noor, menyampaikan bahwa pada peringatan HUT ke-78 ini, Pemprov Sumut mengusung tema ‘Satu Kolaborasi, Sejuta Energi’. Tema tersebut mencerminkan keyakinan bahwa potensi kecil sekalipun dapat memberikan dampak besar jika dikelola secara bersama.


“Sejuta energi maksudnya potensi walau kecil, dengan adanya kolaborasi secara simultan dan terus-menerus, akan bisa menjadi besar,” ujar Ardan Noor.


Ia berharap, di usia ke-78 tahun, seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah demi mendorong percepatan pembangunan di Sumut.


“Sumut ini besar, luas, dan sangat heterogen. Untuk membangunnya, kita harus bersama-sama. Karena itulah kolaborasi menjadi sangat penting,” tambahnya. (e9)

Pemko Medan Percepat Kesiapan Lahan dan Infrastruktur Proyek PSEL

Selasa, April 14, 2026


MEDAN (Ekbis9) - Pemko Medan mempercepat kesiapan lahan dan infrastruktur untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diiwakili Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Lahan dan Sarana Prasarana Pendukung Calon Lokasi PSEL secara daring dari Command Center Kantor Wali Kota Medan, Selasa (14/4/2026).


Wiriya memaparkan, Pemko Medan telah menyiapkan lahan seluas 4,98 hektare yang sepenuhnya dimiliki pemerintah daerah. Lahan tersebut saat ini berupa rawa bekas tambak, namun proses pematangan telah dianggarkan. Pada 2026, Pemko Medan juga merencanakan penambahan lahan seluas 9,46 hektare, sehingga total mencapai 14,44 hektare sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap proyek PSEL.


Ia juga menjelaskan bahwa informasi terkait keberadaan badan air di lokasi merujuk pada peta rencana detail tata ruang, bukan kondisi aktual di lapangan.


Dari sisi keamanan, lokasi PSEL yang bersebelahan dengan TPA Terjun akan dilengkapi langkah mitigasi, antara lain melalui penanaman vegetasi sebagai pembatas antara area sampah lama dan fasilitas baru. Akses menuju lokasi melalui kawasan Marelan dinilai cukup memadai untuk dilalui alat berat, meskipun ke depan akan dilakukan peningkatan kualitas jalan setelah tahap konstruksi.


Selain itu, jarak permukiman warga sekitar 600 meter dari lokasi dinilai dapat meminimalkan potensi dampak sosial. Ketersediaan air untuk operasional juga telah dikoordinasikan dengan PDAM.


Menutup paparannya, Wiriya menegaskan kesiapan Pemko Medan dalam mendukung percepatan realisasi proyek, mulai dari pematangan lahan hingga jaminan suplai sampah. Pemko berharap dukungan tersebut dapat mendorong pemerintah pusat dan pihak terkait untuk segera melaksanakan proses lelang, sehingga pembangunan PSEL dapat segera terealisasi. (e9)


EKONOMI

BISNIS

POLITIK

HUKUM

DAERAH