-->

Percepat Pembangunan KDKMP, Pemkab Simalungun Gelar Rakor Bersama TNI

SIMALUNGUN (ekbis9) - Upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Simalungun tidak hanya berfokus pada anggaran dan perencanaan, tetapi juga ...

Percepat Pembangunan KDKMP, Pemkab Simalungun Gelar Rakor Bersama TNI

April 15, 2026


SIMALUNGUN (ekbis9) - Upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Simalungun tidak hanya berfokus pada anggaran dan perencanaan, tetapi juga berhadapan dengan persoalan klasik berupa penataan aset dan kesiapan lahan.


Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bersama unsur TNI menyatukan langkah strategis melalui Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

 

Rakor yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Mixnon Andreas Simamora dan Dandim 0207/Sml Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana ini berlangsung di ruang Puskodal Koramil 08/Bangun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (14/04/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Simalungun, Mixnon A. Simamora, menegaskan bahwa kunci utama saat ini adalah optimalisasi aset yang tersedia tanpa mengganggu produktivitas masyarakat.


Menurut Sekda, masih banyak potensi aset, baik milik pemerintah daerah, provinsi, maupun pihak lain yang belum termanfaatkan secara maksimal. "Prinsipnya, kita tidak boleh mengurangi produksi masyarakat. Tapi lahan-lahan yang tidak terpakai dan berada dekat dengan akses masyarakat, itu yang harus kita dorong untuk dimanfaatkan,” ujar Sekda.

 

Sekda mengakui bahwa persoalan aset bukan sekadar soal ketersediaan, tetapi juga terkait kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Di tengah desakan kebutuhan investasi dan pembangunan, pemerintah daerah harus tetap berhati-hati agar tidak melanggar aturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

 

“Di satu sisi kita ingin investasi berjalan, tapi di sisi lain ada regulasi yang harus kita patuhi. Maka tugas kita adalah mencari jalan tengah agar tidak melanggar aturan, tetapi pembangunan tetap berjalan,” kata Sekda 

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Sekda menyoroti pentingnya koordinasi yang solid antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan meminta seluruh pihak, termasuk unit pengelola aset dan koperasi, bergerak dalam satu sistem kerja yang terintegrasi.


Percepatan administrasi melalui penyusunan skema kerja sama, kontrak, dan pelaporan yang terukur menjadi prioritas agar tidak ada proses yang berjalan lambat. "Kita perlu sistem yang rapi, termasuk percepatan pembuatan SK tim dan koordinasi yang lebih intens. Dengan begitu, setiap perkembangan bisa terpantau dan Target 26 titik pada bulan ini dapat tercapai”pungkasnya.

 

Sementara itu, Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap ratusan titik lahan target pembangunan. Dari hasil pendataan, sebagian sudah masuk tahap program, namun masih banyak yang dalam proses verifikasi status legalitas.


Untuk mencapai zona aman kita harus 138 titik pada bulan April,Yang suda masuk 112 dan kita kurang 26 titik lokasi Koperasi KDKMP “Total titik yang kita petakan cukup banyak. Sebagian sudah masuk program pembangunan, sebagian lagi masih dalam proses. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan kita masih cukup besar,” jelasnya.

 

Salah satu kendala utama yang ditemukan di lapangan adalah status lahan yang belum jelas serta adanya bangunan aktif di atas lahan yang direncanakan. Kondisi ini membuat proses administrasi menjadi lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan komunikasi yang baik dengan masyarakat.

 

Untuk mengatasinya, Dandim menyebutkan telah dibentuk tim terpadu yang melibatkan berbagai unsur. Tim ini bertugas mempercepat verifikasi data dan penyelesaian masalah di lapangan secara langsung, sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk memulai pembangunan.


Lebih lanjut, Dandim menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Demi percepatan realisasi kegiatan, pihaknya bahkan membuka peluang penyesuaian standar luas lahan selama masih dalam batas toleransi dan tidak mengganggu fungsi utama bangunan.

 

“Yang penting adalah solusi. Kalau memang luas lahan tidak ideal, masih bisa kita toleransi selama tidak mengganggu fungsi utama. Ini demi percepatan pembangunan yang manfaatnya kembali ke masyarakat,” tegasnya.

 

Rakor yang berlangsung konstruktif ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan sesi foto bersama, menandai komitmen kuat seluruh pihak untuk mewujudkan pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (e9)

Jelang HUT ke 78, Akademisi Optimis Kolaborasi Membangun Sumut Berjalan Baik

April 15, 2026


MEDAN (ekbis9) – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), semangat kolaborasi dalam pembangunan daerah dinilai semakin kuat. Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr. Rudianto, optimistis sinergi berbagai pihak akan berjalan baik di bawah kepemimpinan Gubernur Sumut Bobby Nasution.


Hal tersebut disampaikan Rudianto saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di TVRI Sumut, Selasa (14/4/2026). Ia menilai, kepiawaian Bobby Nasution dalam memimpin daerah yang majemuk menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif.


“Sumut itu majemuk, bukan hanya suku, budaya, dan agama, tetapi juga golongan dan kelompok. Dengan kepiawaian Bobby Nasution, saya kira ini bisa dikolaborasikan dan berjalan dengan baik,” ujar Rudianto di Studio TVRI Sumut, Jalan Putri Hijau Nomor 7, Medan.


Menurutnya, pendekatan kolaboratif telah ditunjukkan Bobby Nasution sejak awal menjabat sebagai gubernur. Ia menilai, perhatian diberikan merata ke seluruh 33 kabupaten/kota, terutama daerah yang menghadapi kesulitan, termasuk wilayah terdampak bencana.


“Ini sudah dia tunjukkan dari awal memimpin. Dia tidak melepaskan satu kabupaten/kota pun, semua dikunjunginya, terutama yang terdampak bencana. Ini momentum yang menunjukkan di tengah masalah apa pun, kita harus tetap kompak dan solid,” katanya.


Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Perekonomian Pemprov Sumut, Ardan Noor, menyampaikan bahwa pada peringatan HUT ke-78 ini, Pemprov Sumut mengusung tema ‘Satu Kolaborasi, Sejuta Energi’. Tema tersebut mencerminkan keyakinan bahwa potensi kecil sekalipun dapat memberikan dampak besar jika dikelola secara bersama.


“Sejuta energi maksudnya potensi walau kecil, dengan adanya kolaborasi secara simultan dan terus-menerus, akan bisa menjadi besar,” ujar Ardan Noor.


Ia berharap, di usia ke-78 tahun, seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah demi mendorong percepatan pembangunan di Sumut.


“Sumut ini besar, luas, dan sangat heterogen. Untuk membangunnya, kita harus bersama-sama. Karena itulah kolaborasi menjadi sangat penting,” tambahnya. (e9)

Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

April 15, 2026


JAKARTA (ekbis9) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) jalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon. Sebagai wujud komitmen dalam akselerasi ekosistem digital, inisiatif ini menjadi langkah konkret kedua belah pihak dalam mendorong pemanfaatan green energy untuk mendukung operasional green data center berkelanjutan.


Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto, di Jakarta, Jumat (10/4). Turut hadir Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto, Direktur Strategic Portfolio Telkom Seno Soemadji, Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan, dan Direktur Strategi & Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi lintas sektor dalam akselerasi transformasi digital dan transisi energi nasional. 


Dalam kerja sama ini, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi, termasuk biomethane, untuk mendukung operasional data center TelkomGroup. Sementara itu, PGN menyediakan pasokan energi tersebut melalui pemanfaatan biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra. Ruang lingkup kerja sama mencakup studi bersama hingga penjajakan implementasi energi hijau pada ekosistem data center TelkomGroup, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memastikan ketersediaan sumber energi hijau yang andal sebagai faktor kunci pengembangan data center generasi baru yang efisien dan berkelanjutan.


Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar BUMN sekaligus mitra global. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat integrasi antara sektor digital dan energi. Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional,” ujar Bhimo.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar BUMN untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital nasional yang andal dan berkelanjutan. “Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan mendorong Indonesia sebagai regional digital hub. Hal ini sejalan dengan ambisi TelkomGroup untuk menjadi digital infrastructure powerhouse di regional,” ungkap Dian.


Di Indonesia, terdapat lima wilayah strategis pengembangan data center TelkomGroup yang potensial untuk didukung oleh pasokan energi PGN, yakni Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya. Wilayah-wilayah tersebut telah terintegrasi dengan jaringan pipa gas eksisting PGN, sehingga memungkinkan optimalisasi infrastruktur yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan baru.


Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyoroti peran strategis biomethane sebagai salah satu motor penggerak transformasi bisnis PGN menuju era rendah karbon. “PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga sebagai penyedia energi bersih yang menjadi fondasi bagi infrastruktur masa depan. Inisiatif biomethane untuk data center ini membuka peluang nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional,” jelas Arief.


Sejalan dengan penguatan kerja sama domestik bersama PGN, TelkomGroup juga terus memperluas kolaborasi global dalam pengembangan ekosistem green digital infrastructure, salah satunya melalui kemitraan dengan Sembcorp Development Ltd. Melalui entitas data center TelkomGroup, NeutraDC, kerja sama tersebut  telah terjalin sejak tahun 2025 dan difokuskan pada eksplorasi integrasi antara infrastruktur digital, platform, serta layanan energi berkelanjutan.


Kolaborasi global ini mencakup pengembangan solusi terintegrasi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung operasional serta kebutuhan pelanggan enterprise. Dengan pendekatan ini, Semua pihak berupaya memperkuat strategi end-to-end, mulai dari ketersediaan energi hijau di sisi hulu (supply), ketersediaan energi listrik hingga pengembangan solusi terintegrasi di sisi hilir (use case dan commercialization).


Sinergi antara kolaborasi domestik dan global diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih komprehensif dalam mendukung pengembangan AI-ready green data center, sekaligus memperkuat positioning TelkomGroup sebagai pemain kunci dalam ekosistem digital regional.


Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi TelkomGroup dalam membuktikan perannya sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus memperkuat posisi PGN dalam pengembangan dan penyediaan energi rendah karbon untuk infrastruktur digital masa depan. Dengan mengintegrasikan kekuatan infrastruktur digital dan energi berkelanjutan, kedua belah pihak optimistis dapat menghadirkan solusi inovatif yang scalable dan berkelas dunia, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan. (e9)

Pemko Medan Percepat Kesiapan Lahan dan Infrastruktur Proyek PSEL

April 14, 2026


EKBIS9 (Medan) - Pemko Medan mempercepat kesiapan lahan dan infrastruktur untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


Hal ini disampaikan

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diiwakili Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman dalam

Rapat Koordinasi Kesiapan Lahan dan Sarana Prasarana Pendukung Calon Lokasi PSEL secara daring dari Command Center Kantor Wali Kota Medan, Selasa (14/4/2026).


Wiriya memaparkan, Pemko Medan telah menyiapkan lahan seluas 4,98 hektare yang sepenuhnya dimiliki pemerintah daerah. Lahan tersebut saat ini berupa rawa bekas tambak, namun proses pematangan telah dianggarkan. Pada 2026, Pemko Medan juga merencanakan penambahan lahan seluas 9,46 hektare, sehingga total mencapai 14,44 hektare sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap proyek PSEL.


Ia juga menjelaskan bahwa informasi terkait keberadaan badan air di lokasi merujuk pada peta rencana detail tata ruang, bukan kondisi aktual di lapangan.


Dari sisi keamanan, lokasi PSEL yang bersebelahan dengan TPA Terjun akan dilengkapi langkah mitigasi, antara lain melalui penanaman vegetasi sebagai pembatas antara area sampah lama dan fasilitas baru. Akses menuju lokasi melalui kawasan Marelan dinilai cukup memadai untuk dilalui alat berat, meskipun ke depan akan dilakukan peningkatan kualitas jalan setelah tahap konstruksi.


Selain itu, jarak permukiman warga sekitar 600 meter dari lokasi dinilai dapat meminimalkan potensi dampak sosial. Ketersediaan air untuk operasional juga telah dikoordinasikan dengan PDAM.


Menutup paparannya, Wiriya menegaskan kesiapan Pemko Medan dalam mendukung percepatan realisasi proyek, mulai dari pematangan lahan hingga jaminan suplai sampah. Pemko berharap dukungan tersebut dapat mendorong pemerintah pusat dan pihak terkait untuk segera melaksanakan proses lelang, sehingga pembangunan PSEL dapat segera terealisasi. (e9)