PEP Rantau Field Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Bencana Hidrometeorologi

Kamis, September 17, 2026

Manajemen Pertamina EP Rantau Field menggelar simulasi penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kompleks PEP Rantau Field.

LANGKAT, EKBIS9.com - Ratusan pengawai PEP Rantau Field menghentikan aktivitas kerja saat raung sirene peringatan dini tiba-tiba melengking. Mereka tidak lagi terpaku pada ruang kerja. Dengan cekatan, mereka mengambil dokumen penting yang sudah tersusun rapi di atas meja dan berjalan ke arah titik kumpul sesuai jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Dari titik kumpul, kendaraan pengangkut ratusan pegawai menjemput. Mereka kemudian diavakusi bersama masyarakat di Lapangan Golf Rantau. Sejumlah kendaraan milik perusahaan juga mengarah ke tampat yang sama. Setiba di Lapangan Golf Rantau, para petugas sudah stanbay mengarahkan pekerja, mitra kerja dan masyarakat.

Pagi itu, mereka tidak sedang melarikan diri dari banjir yang sungguhan. Para pekerja, mitra kerja dan keluarga menjadi aktor utama dalam simulasi penanggulangan bencana banjir besar yang digelar PEP Rantau Field.

PEP Rantau Field menggelar simulasi taktis penanggulangan banjir skala besar di Kompleks PEP Rantau Field. Langkah ini menjadi alarm penting bagi penguatan sistem kesiapsiagaan menghadapi cuaca global.

Banjir besar akibat curah hujan ekstrem menunjukkan bahwa kawasan Aceh Tamiang tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama dalam penanggulangan bencana. Simulasi khusus penanganan bencana banjir berfokus pada kecepatan evakuasi kelompok rentan. Seperti lansia, anak-anak dan ibu hamil.

Simulasi ini sangat penting untuk menekan potensi jatuhnya korban dan memudahkan evakuasi agar mendapat perlindungan yang lebih baik. Dalam simulasi ini, manajemen PEP Rantau Field memberikan edukasi praktis kepada pekerja, mitra kerja dan masyarakat. Mulai dari mengenali tanda-tanda bencana, mengikuti arahan petugas hingga proses evakuasi menuju tempat pengungsian.

Seorang mitra kerja, Noor Arif Sultan Bahari menyampaikan, simulasi bencana banjir ini sangat bermanfaat. Sebab, para para pekerja dan mitra kerja dapat memahami pola penanganan bencana banjir yang bisa diterapkan apabila bencana benar-benar terjadi.

"Kami sangat bersyukur manajemen begitu peduli dengan keselamatan pekerja dan mitra kerja saat terjadi bencana. Bagi saya, simulasi ini sangat penting karena sudah menggambarkan bagaimana bencana terjadi dan langkah yang dilakukan pekerja dan mitra kerja sebelum dan sesudahnya," ujarnya.

Sementara itu, Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah mengatakan, simulasi ini tidak sekadar memberikan teori tetapi mempraktikkan proses evakuasi hingga penanganan di pengungsian. Melalui simulasi ini agar seluruh pekerja, mitra kerja memiliki kesiapsiagaan sebelum bencana.

"Simulasi ini menggambarkan bagaimana bencana terjadi dan langkah yang dilakukan sebelum dan sesudah bencana hidrometeorologi. Dan tentu masih banyak hal-hal yang harus disiapkan saat terjadi bencana," katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti ratusan orang yang melibatkan pelajar, pekerja di rumah sakit, keluarga pekerja dan mitra kerja. Bahkan, perwakilan warga Kecamatan Rantau agar seluruh pihak mendapatkan edukasi bila terjadi bencana.

"Harapannya semua sudah teredukasi bila menghadapi banjir. Kita mencegah dampak banjir lebih besar. Ketika melakukan evakuasi lebih cepat dampak buruk dari banjir bisa lebih kecil atau dihilangkan," ungkapnya.

Tentang Pertamina EP Field Rantau

PT Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh. Kegiatan operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Area operasional PEP Rantau tersebar di dua kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan puluhan desa.

PEP Rantau Field menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. ( )

Lake Toba Writers Festival Hadirkan Sastra, Budaya, dan Kesadaran Lingkungan ke Sibisa di Kabupaten Toba.

Minggu, September 13, 2026

LTWF 2026, festival sastra terkemuka di Indonesia, setelah Medan, kemudian berlokasi di Sibisa di Kabupaten Toba, tepatnya di Toba Caldera Resort

Sibisa, Toba, EKBIS9.com  Setelah peluncuran Lake Toba Writers Festival (LTWF) 2026 yang sukses di Medan, salah satu festival sastra terkemuka di Indonesia ini beralih ke Sibisa di Kabupaten Toba. Di Toba Caldera Resort yang luas dan asri, berbagai sesi yang menghadirkan penulis, penyair, dan pakar digelar di hadapan audiens yang memadati lokasi acara.

Pada peluncuran acara tersebut, pesan dari Bapak Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara, dibacakan kepada hadirin. Beliau mengatakan “Tema festival yang diangkat tahun ini, yaitu "Hidup Berkelanjutan untuk Budaya Berkelanjutan", sangat relevan dan menyentuh prioritas pembangunan pariwisata kita. Mengingat dampak lingkungan dari deforestasi dan banjir yang sempat melanda wilayah sumatera utara beberapa bulan lalu, kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara kelestarian lingkungan, akar budaya, dan kesejahteraan masyarakat menjadi semakin krusial. Saya mengucapkan selamat berfestival. Mari kita jadikan Lake Toba Writers Festival sebagai ruang perjumpaan yang memperkuat pelestarian ekologi dan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar”.

Dalam sambutan pembukaannya, pendiri festival Amol Titus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan mengatakan bahwa “Budaya, jika dikembangkan secara autentik dengan menghormati tradisi leluhur serta memiliki keterbukaan terhadap pembelajaran, pengaruh, dan kolaborasi baru, dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan bangsa. Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya angka kemiskinan yang dihadapi Indonesia, kreativitas dan keberlanjutan dapat menjadi solusi bagi kemajuan.

LTWF turut mendukung dan menghidupkan kembali dunia sastra dengan memberikan penghormatan kepada para legenda sastra internasional maupun lokal, serta menampilkan beragam gaya penulisan dari para penulis kontemporer.”

Budaya tidak dapat berkembang jika masyarakat kehilangan kesadaran lingkungan dan mulai hidup di tengah polusi, sampah, penggundulan hutan, pembangunan yang semrawut, serta kerusakan flora dan fauna. Itulah inti dari tema LTWF2026 – Hidup Berkelanjutan demi Budaya yang Berkelanjutan.

Berbagai kegiatan kami mencerminkan komitmen untuk meminimalkan penggunaan plastik; kami pun mengimbau para delegasi untuk membawa botol minum dan tas kain sendiri. Makanan dan suvenir diperoleh dari sumber lokal, dengan prioritas diberikan kepada pemasok UMKM setempat yang diwajibkan menggunakan kemasan berbahan kertas, kardus daur ulang, dan daun pisang.

Melalui komitmen ini, kami menunjukkan penghormatan terhadap Danau Toba sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi banyak generasi muda yang hadir—pelajaran yang diharapkan akan terus mereka ingat dan wujudkan dalam bentuk kebiasaan ramah lingkungan.

Saat menyambut para delegasi, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Arditama Nusantara Putra, menyatakan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi Toba Caldera Resort untuk menjadi tuan rumah festival bergengsi ini.

Ia mengatakan bahwa budaya, khususnya sastra, memiliki peran vital dalam meningkatkan daya tarik kawasan resor tersebut sebagai destinasi wisata.

Dalam pidato utamanya, Wakil Bupati Toba, Dr. Audi Murphy O. Sitorus, mengapresiasi upaya para penulis, pembaca, dan pencinta budaya yang telah menempuh perjalanan jauh untuk berpartisipasi dalam festival ini.

Ia menyampaikan selamat kepada Amol Titus atas inisiatif perintis yang memadukan sastra dengan elemen budaya lokal, seperti tari, musik, kerajinan tangan, dan kuliner. Ia juga menyebutkan komitmen Kabupaten Toba untuk mendukung para penulis dan penyair, serta menyatakan niatnya untuk menjalin kerja sama di masa mendatang.

Sesi berikutnya berlangsung secara informatif dan menarik, menampilkan Ichwan Azhari yang memaparkan tentang naskah kuno ‘Pustaha Laklak’ dari budaya Batak - naskah yang sayangnya justru lebih terawat dan terkoleksi dengan baik di Eropa Barat dibandingkan di Indonesia. Diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap benda-benda berharga ini, serta upaya untuk menguraikan isinya, menyusun kamus berdasarkan konsensus para ahli, dan memulangkannya kembali ke tanah air.

Penulis lain yang tampil pada hari itu antara lain Dr Wilmar Simanjorang dari Samosir, Saut Poltak Tambunan asal Balige namun berdomisili di Jakarta, Mikhael Naibaho dari Balige, Ubai Dillah Al Anshori dari Padang Panjang, dan Soekirman dari Medan. Melani Butar Butar dan Dr Azizul Kholis juga membahas mengenai rencana perbaikan di UNESCO Global Geopark Kaldera Toba terkait aspek lingkungan dan budaya.

Dalam sesi Sastra Inggris, Amol Titus memberikan penghormatan kepada Harper Lee dan Agatha Christie serta mengupas tema, gaya penulisan, dan karakter khas karya mereka. Ia juga membacakan kutipan dari buku puisi dialognya yang mendapat pujian kritis, ‘The Fellowship of Krakatau’, yang diilhami oleh gunung-gunung berapi ternama di Indonesia.

Delegasi mahasiswa dari Universitas Simalungun, Unita, dan IAKN diundang secara khusus, dan dua mahasiswa dari Unita juga menerima penghargaan karena berhasil masuk dalam daftar terpilih juara lomba penulisan kreatif bagi kaum muda. Sebelumnya, dua mahasiswa dari Unimed dan satu mahasiswa dari USU telah menerima penghargaan pada hari pembukaan festival di Medan.

Sesi penutup festival menampilkan perpaduan indah antara puisi dan tarian yang diangkat dari karya Amol Titus, ‘The Ballad of Lake Toba’

“The Gorgas of philosophy, values, commitment and kinship
Lizard-like Boraspati’s comforting presence, protective grip
Deep significance of colour combinations white, black, red
Interplay among upper and living worlds and world of dead” “Gorga bukan motif saja
Itu pola alam semesta
Semesta filsafat dan nilai
Semesta komitmen dan kekerabatan
Boraspati tidak hanya simbol kadal
Itu penanda menenangkan
Penanda perlindungan
Putih, merah, hitam
Bukan sekedar warna
Itu interaksi timbal balik
Antara dunia atas dan kehidupan
Dan dunia orang mati dan roh”

Pertunjukan penutup yang memukau, sebuah perpaduan antara puisi dan tari, dibuka dengan kisah asal-usul Danau Toba yang disajikan secara audio-visual. Acara kemudian berlanjut dengan kisah mengenai tari Tor-Tor, yang memiliki beragam bentuk yang mencerminkan berbagai situasi kehidupan, suasana hati, dan keadaan tertentu.

Tarian ini mencakup versi yang bersifat serius dan spiritual (seperti Tor-Tor Sipitu Cawan) serta pertunjukan yang melambangkan kegembiraan dan perayaan (seperti Tor-Tor Simonangmonan dan Mangalek).

Segmen ketiga menyampaikan pesan penting terkait lingkungan kepada penonton. Segmen ini menggambarkan gaya hidup ramah lingkungan ala tetua Batak menurut sudut pandang sang penyair.

Hal ini sangat kontras dengan kebiasaan sembrono masa kini yang ditandai oleh ketergantungan pada plastik dan tumpukan sampah. Masyarakat memandang sosok Ibu Danau Toba—tokoh sentral dalam ‘The Ballad of Lake Toba’ yang menjadi lawan bicara dalam seluruh dialog—sebagai sosok yang awalnya murni, sehat, dan berwarna biru.

Namun, ia kemudian menjadi sakit, tercemar, dan kelabu. Setelah masyarakat menyadari kesalahan dan bertobat, sang Ibu Danau pun mulai pulih kembali.

Penyair sekaligus penata visual Amol Titus berkolaborasi dengan sangat apik bersama koreografer tari Devi Siregar dan tim seniman muda berbakatnya untuk menghasilkan pertunjukan yang tak terlupakan.

Dalam sambutan penutup Kadisbudpar Kab. Toba, Rikardo Hutajulu menyampaikan puisi dan tarian yang luar biasa. Koreografer yang rapi dapat menampilkan karakter yang tepat, dengan pesan yang menginspirasi dan menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga Danau Toba. Acung jempol buat Pak Amol. ( )

Amol Titus: Budaya Menjadi Kunci Kreativitas dan Masa Depan Generasi Muda

Jumat, September 11, 2026
CEO IndonesiaWISE  Amol Titus dalam rangkaian Lake Toba Writers Festival 2026, Jumat (11/9/2026)

MEDAN, EKBIS9.com – CEO IndonesiaWISE Amol Titus menilai kekayaan seni dan budaya Indonesia menyimpan banyak nilai yang dapat menjadi sumber kreativitas sekaligus bekal penting bagi generasi muda menghadapi perubahan zaman. Budaya, menurutnya, tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus terus digali untuk melahirkan gagasan dan karya yang memiliki karakter serta mampu bersaing secara global.


“Dalam budaya ada banyak kunci, banyak pilihan untuk solusi. Kunci itu harus kita keluarkan untuk kreativitas. Kalau tidak, semuanya hanya copy paste,” ujar Amol Titus dalam rangkaian Lake Toba Writers Festival 2026, Jumat (11/9/2026).


Menurut Amol, sastra dan budaya memiliki peran besar dalam membangun cara berpikir generasi muda. Melalui tulisan, puisi, cerita dan berbagai ekspresi seni, generasi muda dapat belajar melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas sekaligus menemukan identitasnya sendiri. Karena itu, kegiatan literasi dan festival sastra tidak seharusnya menjadi ruang eksklusif, melainkan dapat menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat.


Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan minat membaca dan menulis. Menurutnya, keberadaan penulis tidak dapat dipisahkan dari pembaca. Semakin kuat budaya membaca, semakin besar pula ruang bagi lahirnya penulis dan karya baru yang merepresentasikan kekayaan Indonesia.


Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus yang mengapresiasi pelaksanaan Lake Toba Writers Festival dan keterlibatan para penulis dari berbagai daerah. Menurutnya, kehadiran para penulis senior menjadi kesempatan berharga untuk memberikan inspirasi sekaligus menumbuhkan minat literasi di kalangan generasi muda.


Audi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Toba menyambut baik kegiatan yang mempertemukan para penulis dan pegiat sastra tersebut. Ia berharap kehadiran mereka tidak hanya menghasilkan diskusi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar di Kabupaten Toba.


Ia mencontohkan kegiatan literasi yang melibatkan para penulis dengan mendatangi sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Interaksi langsung tersebut dinilai penting untuk membangkitkan minat membaca dan menulis generasi muda sejak dini.


“Kalau tidak ada pembaca, penulis akan berhenti berpikir. Jadi pembaca itu yang paling utama,” kata Audi, seraya mengapresiasi IndonesiaWISE dan para penulis yang telah menghadirkan kegiatan sastra di kawasan Danau Toba.


Audi juga menyampaikan bahwa Kabupaten Toba memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi para penulis. Karena itu, pertemuan antara penulis dengan masyarakat lokal diharapkan mampu melahirkan karya yang mengangkat cerita, tradisi, bahasa dan kehidupan masyarakat Toba.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution sebelumnya menilai seni dan budaya memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata berkualitas. Menurutnya, kekayaan budaya harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan sehingga kawasan Danau Toba tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang hidup dan ekosistem budaya yang berkelanjutan.


Melalui pertemuan para penulis, pegiat seni, pemerintah dan masyarakat, Lake Toba Writers Festival diharapkan tidak berhenti sebagai festival sastra, tetapi menjadi ruang untuk menghidupkan kembali budaya membaca, menulis dan berkarya. Dari Danau Toba, berbagai cerita dan gagasan lokal diharapkan dapat tumbuh menjadi narasi budaya yang dikenal lebih luas hingga ke tingkat global. ( )

Maulid Nabi 1448 H: Teladani Akhlak Rasulullah

Jumat, September 11, 2026
Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh khidmat di Lapangan Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Kamis (10/9/2026)

TEBINGTINGGI, Ekbis9.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebing Tinggi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh khidmat di Lapangan Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus menanamkan keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Bahtiar Sembiring, jajaran pejabat struktural dan pegawai, perwakilan unsur Forkopimda Kota Tebing Tinggi, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Ketua Panitia Aminuddin Sinaga menyampaikan sambutan, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Bahtiar Sembiring.

Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan dan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan, termasuk dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik.

Turut memberikan sambutan, perwakilan Wali Kota Tebing Tinggi, Azanul Akbar Lubis, yang menyampaikan pesan dari Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Suasana semakin religius dengan lantunan shalawat yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Mulkan Azima dengan tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai Bekal Membangun Pribadi Unggul di Lingkungan Pemasyarakatan.”

Melalui tausiyah tersebut, peserta diajak untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membentuk pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi WBP, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian hadiah kepada WBP yang berhasil mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama. Kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, aman, dan lancar, serta situasi selama pelaksanaan tetap kondusif.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi WBP, sekaligus mendorong seluruh jajaran untuk menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. ( )

Gerak Cepat, Pertamina EP Pangkalan Susu Beri Bantuan Tanggap Darurat ke Sei Lepan dan Besitang

Kamis, September 10, 2026

Perwakilan Manajemen Pertamina EP Pangkalan Susu Field menyalurkan bantuan sembako untuk warga korban banjir di Desa Sekoci, Kec. Besitang dan Desa Lama Baru, Kec. Sei Lepan.


LANGKAT, Ekbis9.com -  PT. Pertamina EP Pangkalan Susu Field menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah desa di wilayah operasional perusahaan, Selasa (8/9/2026). Di antaranya Desa Sekoci, Kecamatan Besitang dan Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan.

Tim tanggap darurat bergerak cepat menyalurkan bahan kebutuhan pokok di Desa Sekoci yang sudah terisolasi sejak Minggu (6/9/2026). Lalu, tim menuju Desa Lama Baru yang terendam banjir pada Selasa (8/9/2026) pagi.

Ketinggian air dari masing-masing desa tersebut mencapai 30 hingga 80 sentimeter. Adapun paket bantuan yang diberikan berupa beras, telur, mi instan dan makanan kaleng. Kemudian, minyak goreng, gula serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Kepala Desa Lama Baru, Kursi Ginting menyampaikan apresiasi terhadap manajemen dan tim tanggap darurat Pertamina EP Pangkalan Susu Field. Baginya, perusahaan memperlihatkan kepedulian terhadap warga saat tertimpa bencana.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepekaan Pertamina EP Pangkalan Susu yang bergerak cepat turun ke lapangan. Bantuan logistik ini sangat vital dan langsung menjawab kebutuhan mendesak warga kami yang terdampak banjir," ujar Kursi Ginting saat menerima bantuan secara simbolis.

Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto menyampaikan keprihatinan terhadap warga yang tertimpa musibah. Maka dari itu, ia meminta tim bergerak cepat untuk membantu masyarakat.

"Duka dan kesulitan yang dirasakan oleh warga di Besitang dan Sei Lepan adalah duka kami juga. Kehadiran tim kami membawa bantuan pangan darurat ini adalah langkah awal untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga. Kami berdoa agar air segera surut dan kondisi kembali pulih, serta masyarakat diberikan ketabahan dalam menghadapi situasi sulit ini," ungkapnya.

Pertamina EP Pangkalan Susu Field yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1) selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial untuk masyarakat di wilayah operasional. Dalam menyalurkan bantuan, perusahaan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. ( )

EKONOMI

BISNIS

POLITIK

HUKUM

DAERAH