Waspada 'Kesemutan Digital' : Columbia Asia Hospital Aksara Soroti Risiko Gangguan Saraf pada Pekerja Muda

Senin, Agustus 03, 2026

 

Dokter spesialis saraf di Columbia Asia Hospital Aksara, dr. Indriazel Syaputri Hutasuhut, Sp.N

Ekbis9.com - Laporan Digital 2025 mencatat lebih dari 212 juta pengguna internet di Indonesia, dengan rata-rata waktu penggunaan perangkat digital yang terus meningkat.

Data medis menunjukkan prevalensi neuropati pada populasi umum berkisar antara 1% hingga 7%.Angka ini cenderung lebih tinggi pada individu yang terlibat dalam aktivitas repetitif dan posisi statis dalam waktu lama, seperti pekerja kantoran dan pelaku industri kreatif digital.

Dokter spesialis saraf di Columbia Asia Hospital Aksara, dr. Indriazel Syaputri Hutasuhut, Sp.N,  menjelaskan gejala gangguan saraf seringkali diabaikan, padahal dapat memiliki dampak permanen jika tidak ditangani sejak dini.

“Gejala awal seperti kesemutan, baal (mati rasa), hingga nyeri pada tangan atau leher adalah sinyal bahwa saraf sedang mengalami tekanan. Konsultasi dini dengan dokter spesialis saraf dapat meningkatkan peluang diagnosis akurat dan penanganan optimal sebelum kondisi memburuk,” ujar dr. Indriazel.

 Selain durasi penggunaan gadget, dr. Indriazel juga menekankan pentingnya penerapan posisi kerja yang ergonomis, termasuk menjaga posisi layar sejajar dengan mata dan melakukan peregangan berkala setiap 30 menit untuk melancarkan aliran darah serta mengurangi ketegangan saraf.

Dr. dr. Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H., FISQua, Hospital CEO Columbia Asia Hospital Aksara, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung produktivitas masyarakat.

Columbia Asia Hospital Aksara berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan saraf di tengah meningkatnya penggunaan teknologi. 

"Melalui edukasi kesehatan dan layanan Neurologi yang komprehensif, kami berharap masyarakat dapat mengenali gejala gangguan saraf perifer sejak dini, menerapkan pola kerja yang lebih ergonomis, serta segera mendapatkan penanganan yang tepat agar tetap sehat dan produktif,” tegas dr. Beni.

 Columbia Asia Hospital Aksara menyediakan layanan spesialis saraf yang didukung teknologi diagnostik terkini, bertujuan untuk mendukung pekerja digital agar dapat terus berkarya tanpa hambatan kesehatan.

 

BSI Dorong Nasabah Prioritas Medan Maksimalkan Potensi Emas sebagai Instrumen Pelestari Kekayaan

Senin, Agustus 03, 2026


 Kegiatan Sahabat Till Jannah bertajuk "Preserving Value For A Lasting Legacy" di Medan

Ekbis9.com - Menyongsong era pertumbuhan ekonomi yang penuh dengan peluang, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melalui layanan BSI Prioritas terus agresif memperkuat posisinya di industri sharia wealth management. 

Langkah strategis ini diwujudkan dengan mengedukasi dan mengajak nasabah High Net-Worth Individuals (HNWI) di Medan untuk memaksimalkan potensi investasi syariah, khususnya emas, sebagai instrumen pelestari kekayaan yang kokoh untuk jangka panjang.

Komitmen tersebut dikemas melalui gelaran eksklusif Sahabat Till Jannah bertajuk "Preserving Value For A Lasting Legacy" yang diadakan di Santika Premiere Hotel, Medan, pada Sabtu (25/7/2026). 

Acara ini menghadirkan pula Ust Hilman Fauzi sebagai salah satu pembicara dan Andy Oki, Islamic Ecosytem Manager BSI yang secara khusus membedah aspek syariah, hingga strategi pengelolaan kekayaan melalui emas yang dinilai sangat inklusif dan berkelanjutan bagi para investor.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Region II Medan, Taufan Anshari, menyatakan bahwa paradigma investasi emas kini telah bergeser. Emas tidak lagi sekadar instrumen tradisional, melainkan telah berevolusi menjadi aset strategis yang sangat relevan bagi kebutuhan investor modern.

"Dalam beberapa tahun terakhir, emas semakin menegaskan posisinya. Bukan sekadar instrumen lindung nilai (safe haven), tetapi emas telah menjadi bagian krusial dari strategi pengelolaan kekayaan yang komprehensif," ujar Taufan.

Taufan menambahkan, histori ketahanan dan potensi kenaikan nilai emas di tengah fluktuasi ekonomi menjadikannya komponen wajib dalam portofolio investasi yang tangguh. 

"Melalui pengelolaan yang tepat, emas adalah kunci utama bagi nasabah dalam mencapai kemandirian finansial, sekaligus mewariskan kekayaan secara berkelanjutan kepada generasi penerus," tegasnya.

Guna memfasilitasi antusiasme nasabah prioritas, BSI telah membangun ekosistem emas syariah dan layanan bullion banking yang terintegrasi. 

BSI Prioritas menawarkan fleksibilitas penuh bagi nasabah untuk memiliki investasi emas, baik dalam wujud fisik maupun digital, melalui SuperApp Byond by BSI. Inovasi digital ini menjamin setiap transaksi dapat dilakukan kapan saja dengan prinsip yang aman, transparan, dan sesuai syariat.

Ekosistem yang dihadirkan sangat komprehensif, mulai dari perdagangan emas, Tabungan E-Mas, Cicil Emas BSI, Gadai Emas BSI, hingga produk BSI Gold. 

Bisnis emas ini kini menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan bank, yang secara bersamaan mendukung penuh program hilirisasi emas dari pemerintah.

Keseriusan BSI Prioritas dalam menggarap segmen wealth management terbukti mencetak kinerja impresif. Hingga semester pertama tahun 2026, BSI tercatat telah dipercaya untuk mengelola dana dari lebih dari 70.000 nasabah BSI Prioritas.

Kepercayaan publik yang tinggi terhadap kapabilitas layanan syariah dan inovasi bank emas ini juga berdampak signifikan pada lonjakan total basis nasabah BSI, yang kini telah menembus angka 24 juta nasabah secara nasional.

Lebih lanjut, Taufan memastikan bahwa BSI Prioritas tidak akan berhenti pada inovasi emas. Sebagai penyedia layanan wealth management komprehensif, BSI Prioritas turut menyediakan ragam instrumen investasi syariah lainnya, seperti Reksa Dana Syariah, Sukuk, dan Bancassurance. 

Seluruh layanan finansial ini didukung oleh fasilitas eksklusif di luar perbankan (beyond banking), seperti Konsultasi Waris serta Hajj & Umrah Concierge.

"Melalui inisiatif Sahabat Till Jannah ini, kami berharap dapat terus mempererat engagement dengan nasabah BSI Prioritas. Sekaligus, ini menjadi wujud nyata komitmen kami untuk mengukuhkan posisi BSI sebagai bank emas terdepan, serta sahabat finansial, sosial, dan spiritual pilihan utama bagi masyarakat Indonesia," pungkas Taufan. 

Kisah Chaidir Saleh, Beri "Sentuhan" Manisnya Melon Premium untuk Petani Milenial

Rabu, Juli 22, 2026
Ratusan batang Melon Golden Alisha tumbuh di atas lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi).

EKBIS9 - MEDAN, Sinar matahari menyinari kebun Melon Golden Alisha milik Chaidir Saleh (62). Dua orang perempuan tampak sibuk menggeburkan tanah di polybag. Mereka tengah menyiapkan media tanam pascabanjir bandang November 2025.

"Mereka sedang fermentasi tanah dengan sekam bakar dan pupuk kandang. Cukup digemburkan bagian atas polybag saja," terang Chaidir saat memberikan arahan terhadap sejumlah anak muda di kebunnya.

Kebun Chaidir berada di dekat Stasiun Pengumpul Minyak (SP-7), Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Ratusan batang Melon Golden Alisha tumbuh di atas lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi).

Ia memanfaatkan lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi) secara optimal dengan sistem polybag ukuran 50x60 sentimeter, jarak tanam rapat dan jalur antar baris selebar 1,5 meter. Beberapa ruas batang melon pun dipangkas agar nutrisi yang diserap tanaman fokus pada pembesaran buah.

"Tujuan memangkas daun dan ruang batang agar dapat melihat buah dengan lebih baik, tahu jumlah dan bentuknya," katanya.

Chaidir menanam varietas unggulan yakni Melon Golden Alisha F1. Varietas ini tahan penyakit dan bernilai jual tinggi. Dari hasil panen, ia mampu memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anaknya hingga lulus perguruan tinggi.

Merintis sebagai petani melon sejak tujuh tahun lalu, kini ia membagikan ilmunya dan mengajak anak muda bertani

Perjalanan Chaidir di awal merintis menanam melon tidak mudah. Penuh jatuh bangun. Bahkan, ia pernah empat kali gagal. Tapi, ia tak menyerah. Ia terus belajar kendati secara otodidak. 

Tahun 2020, ia kembali menanam melon dengan pengetahuan baru. Namun, saat panen perdana buah melonnya hambar. Ia kemudian menjual ke agen di bawah harga pasar.

Kendati belum berhasil, Chaidir sudah merasa senang. Sebab, ia berhasil panen. Ia terus mencari tahu rahasia manis melon. Hasil observasinya masa panen harus cukup umur. Jika biasa melon panen usia 55 hari ia mencoba menundanya hingga 60-70 hari. Kunci lainnya perawatan dan pemupukan sejak fase vegetatif hingga panen.

Setelah berhasil menemukan formulasi rasa manis melon, produksi melon Chaidir menanjak. Permintaan melon terus meningkat terutama lewat media sosial. Tidak hanya itu, permintaan dari mall dan swalayan juga tidak mampu ia penuhi.

Akan tetapi, Desember 2024, Chaidir terserang stroke ringan dan harus menggunakan kursi roda. Aktivitas pertaniannya sempat terhenti. Pertamina EP Field Rantau berinisiatif meneruskan usahanya lewat Program Smart Agriculture Melonesia.

Kini, ia diminta menjadi mentor Kelompok Tani Melon Mutiara dan Sekolah Lapang Pertamina EP Field Rantau. Sebagai mentor, ia memberikan pembelajaran terkait formula rasa manis melon kepada belasan petani milenial. Dan, inovasi teknik pengelolaan media tanam polybag yang bisa digunakan hingga 22 kali masa tanam.

Dengan biaya media tanam sekitar Rp 8.000 per-polybag, penggunaan berulang membuat media tanam per-siklus budidaya hanya berkisar 400- 500 rupiah. Jadi, lebih efisien dibandingkan praktik budidaya melon konvensional yang umumnya media tanam hanya dapat dimanfaatkan dua hingga empat kali.

Manager Community Involvement & Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal menjelaskan, Sekolah Lapang merupakan bagian dari Program Smart Agriculture Melonesia yang dikembangkan Pertamina EP Field Rantau. Program ini sebagai upaya mendorong regenerasi petani sekaligus transformasi ilmu budidaya melon.

"Bapak Chaidir Saleh punya pengalaman panjang menjadi petani sehingga akan memberikan materi formula budidaya melon. Nantinya akan ada 12 kali pertemuan Sekolah Lapang yang dimentori Pak Chaidir," ujarnya.

Menurutnya, generasi muda di desa diyakini akan menentukan masa depan sektor pertanian. Oleh karena itu, para pemuda perlu disiapkan kemampuan sumber daya-nya untuk menjawab tantangan pertanian sebagai usaha yang menjanjikan.

"Program ini bukan sekadar CSR tapi upaya nyata meningkatkan kualitas hidup warga melalui pemberdayaan ekonomi. Kami ingin melon golden menjadi ikon baru kebanggaan Aceh Tamiang," ungkapnya. ( )

Laba Bersih BSI Tumbuh 16,73 Persen, Bukukan Rp3,39 Triliun di Mei 2026

Kamis, Juli 09, 2026
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho 

Jakarta, (Ekbis9) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali mencatatkan kinerja yang solid sepanjang Januari–Mei 2026. Posisi Mei 2026, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun, tumbuh 16,73% secara tahunan (year on year/yoy), ditopang pertumbuhan dana murah (CASA), ekspansi pembiayaan yang berkualitas, serta akselerasi transformasi digital dan pengembangan bisnis bank emas.

Kinerja tersebut mempertegas efektivitas strategi BSI dalam mengoptimalkan keunggulan sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bullion bank). 

Fokus pada penghimpunan dana murah melalui berbagai ekosistem syariah, dipadukan dengan perluasan layanan investasi emas yang semakin mudah dijangkau masyarakat, menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis Perseroan.

Hingga Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp372 triliun, tumbuh 16,74% (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung dominasi dana murah dengan komposisi tabungan mencapai Rp165 triliun atau 44,35% dari total DPK, sehingga rasio Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi 63,16%.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, pertumbuhan laba Perseroan didorong oleh implementasi strategi dual license BSI sebagai bank syariah dan bank emas yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat basis dana murah.

"Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses tabungan BSI emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI," ujar Cahyo.

Sejalan dengan strategi tersebut, Tabungan Haji BSI hingga Mei 2026 tumbuh 17,15% yoy menjadi Rp6,25 triliun. 

Perseroan secara konsisten mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi di sejumlah kota.

Kemudahan membuka rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendorong peningkatan akuisisi nasabah secara digital. 

Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan oleh lebih dari 10 juta pengguna, dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, mencerminkan semakin kuatnya adopsi layanan digital BSI.

Penguatan dana murah dan transformasi digital tersebut juga memberikan ruang yang lebih besar bagi Perseroan untuk memperluas fungsi intermediasi. 

Hingga Mei 2026, pembiayaan BSI tumbuh 14,60% yoy menjadi Rp335 triliun, dengan fokus pada segmen konsumer dan tetap menjaga kualitas aset. 

Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang membaik menjadi 1,80%, dibandingkan 1,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Cahyo menegaskan, BSI akan terus memperkuat sinergi antara layanan digital, jaringan kantor cabang, e-channel, serta pengembangan ekosistem syariah untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Pihaknya optimistis penguatan dana murah, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan bagi Perseroan. 

"Seluruh layanan BSI saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh," tutup Cahyo. (rel

Cluster Shorea Hadir di Kota Mandiri Bekala, Tawarkan Hunian Subsidi hingga Komersial

Kamis, Juli 09, 2026
Lokasi Cluster Shorea di Kota Mandiri Bekala. 

Medan (Ekbis9) - PT Propernas Nusa Dua kembali memperkuat pengembangan kawasan Kota Mandiri Bekala melalui peluncuran Cluster Shorea, sebuah kawasan hunian terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi dan tahapan kehidupan. 

Direktur Utama PT PND (Propernas Nusa Dua), Rizqi Aswaransyah Pratama mengatakannya kepada wartawan, Kamis (9/7/2026) menjelang Soft Launching Cluster Shorea pada Sabtu, 11 Juli 2026. 

Mengusung konsep hunian yang nyaman, berkualitas, dan bernilai investasi, Cluster Shorea menghadirkan tiga pilihan tipe rumah, mulai dari rumah subsidi hingga rumah komersial dengan lahan yang lebih luas.

“Peluncuran Cluster Shorea menjadi bagian dari komitmen pengembang dalam menghadirkan hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi keluarga dan aset investasi jangka panjang. Dengan konsep kawasan yang tertata serta didukung perkembangan infrastruktur Kota Mandiri Bekala yang terus meningkat, cluster ini diyakini memiliki prospek yang menjanjikan,” ujar Rizqi. 

Ia mengatakan nama Shorea sendiri diambil dari jenis pohon meranti yang dikenal memiliki karakter kuat, kokoh, dan mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. 

Filosofi tersebut menjadi identitas utama kawasan ini, yakni menghadirkan lingkungan hunian yang melambangkan kekuatan, pertumbuhan, serta keberlanjutan bagi setiap keluarga yang memilih tinggal di dalamnya.

PT Propernas Nusa Dua memandang bahwa kebutuhan masyarakat terhadap rumah saat ini semakin beragam. 

Tidak hanya masyarakat yang baru ingin memiliki rumah pertama, tetapi juga keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas seiring bertambahnya anggota keluarga maupun konsumen yang melihat properti sebagai instrumen investasi. 

Karena itu, Cluster Shorea dirancang dengan pilihan tipe hunian yang mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan tersebut dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Untuk masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama, Cluster Shorea menyediakan Type 32/72 melalui skema rumah subsidi. 

Hunian ini dirancang dengan konsep fungsional sehingga setiap ruang dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi kenyamanan penghuni. 

Meski berada pada kategori rumah subsidi, kualitas bangunan dan lingkungan tetap menjadi perhatian utama pengembang.

“Tipe ini menjadi solusi bagi keluarga muda yang ingin segera memiliki rumah sendiri dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Kehadiran rumah subsidi di kawasan Kota Mandiri Bekala sekaligus membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mewujudkan impian memiliki hunian yang layak di lingkungan yang berkembang.

Sementara itu, bagi konsumen yang menginginkan ruang lebih luas dan desain yang lebih modern, Cluster Shorea menawarkan Type 36/72 sebagai pilihan rumah komersial. 

Tipe ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara fungsi, estetika, dan kenyamanan, sehingga cocok bagi keluarga yang mengutamakan kualitas hidup.

Selain memberikan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari, Type 36/72 juga dinilai memiliki nilai investasi yang baik. 

Berkembangnya kawasan Kota Mandiri Bekala diproyeksikan akan mendorong kenaikan nilai properti sehingga rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga aset yang terus bertumbuh.

Pilihan lainnya adalah Type 40/84, tipe rumah komersial dengan luas lahan yang lebih besar. Hunian ini memberikan keleluasaan bagi pemilik untuk melakukan pengembangan rumah di masa mendatang sesuai kebutuhan keluarga. 

Dengan ruang yang lebih lega, Type 40/84 menjadi pilihan ideal bagi keluarga yang membutuhkan area lebih luas untuk menunjang berbagai aktivitas. 

Potensi pengembangan kawasan yang terus berlangsung juga menjadikan tipe ini memiliki prospek investasi yang semakin menarik dalam jangka panjang. 

Keunggulan lain yang ditawarkan Cluster Shorea adalah konsep kawasan yang menggabungkan rumah subsidi dan rumah komersial dalam satu lingkungan. 

Pendekatan ini mencerminkan komitmen PT Propernas Nusa Dua untuk menghadirkan kawasan hunian yang inklusif, di mana masyarakat dengan kebutuhan dan kemampuan yang berbeda tetap dapat menikmati kualitas lingkungan yang sama.

Melalui konsep tersebut, perusahaan ingin menegaskan bahwa setiap masyarakat berhak memperoleh hunian yang nyaman, aman, dan berada di lingkungan yang tertata. 

Kehadiran rumah subsidi tidak mengurangi kualitas kawasan, sementara rumah komersial tetap menawarkan nilai tambah berupa ruang yang lebih luas serta prospek investasi.

Sebagai bagian dari pengembangan Kota Mandiri Bekala, Cluster Shorea juga didukung kawasan yang terus berkembang. 

Berbagai infrastruktur dan fasilitas penunjang secara bertahap terus dilengkapi sehingga memberikan kemudahan akses sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penghuni.

Selain menawarkan lingkungan yang nyaman bagi keluarga, legalitas proyek yang jelas menjadi nilai tambah tersendiri. 

Cluster Shorea dikembangkan langsung oleh PT Propernas Nusa Dua yang berkomitmen menghadirkan kawasan hunian dengan tata kelola yang baik serta memberikan kepastian bagi para konsumennya.

Dengan seluruh keunggulan tersebut, Cluster Shorea diharapkan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama maupun mencari hunian yang mampu memberikan kenyamanan sekaligus nilai investasi. 

Kehadiran tiga pilihan tipe rumah dalam satu kawasan menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat yang beragam dapat dijawab melalui pengembangan kawasan yang terencana, berkualitas, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. 

“Melalui Cluster Shorea, PT Propernas Nusa Dua kami tidak sekadar membangun rumah, melainkan menghadirkan sebuah lingkungan tempat keluarga dapat tumbuh, berkembang, dan membangun masa depan di kawasan Kota Mandiri Bekala yang terus menunjukkan prospek positif sebagai salah satu kawasan hunian berkembang di Kota Medan,” ucapnya.

EKONOMI

BISNIS

POLITIK

HUKUM

DAERAH