Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Cluster Shorea Hadir di Kota Mandiri Bekala, Tawarkan Hunian Subsidi hingga Komersial

Kamis, Juli 09, 2026
Lokasi Cluster Shorea di Kota Mandiri Bekala. 

Medan (Ekbis9) - PT Propernas Nusa Dua kembali memperkuat pengembangan kawasan Kota Mandiri Bekala melalui peluncuran Cluster Shorea, sebuah kawasan hunian terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi dan tahapan kehidupan. 

Direktur Utama PT PND (Propernas Nusa Dua), Rizqi Aswaransyah Pratama mengatakannya kepada wartawan, Kamis (9/7/2026) menjelang Soft Launching Cluster Shorea pada Sabtu, 11 Juli 2026. 

Mengusung konsep hunian yang nyaman, berkualitas, dan bernilai investasi, Cluster Shorea menghadirkan tiga pilihan tipe rumah, mulai dari rumah subsidi hingga rumah komersial dengan lahan yang lebih luas.

“Peluncuran Cluster Shorea menjadi bagian dari komitmen pengembang dalam menghadirkan hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi keluarga dan aset investasi jangka panjang. Dengan konsep kawasan yang tertata serta didukung perkembangan infrastruktur Kota Mandiri Bekala yang terus meningkat, cluster ini diyakini memiliki prospek yang menjanjikan,” ujar Rizqi. 

Ia mengatakan nama Shorea sendiri diambil dari jenis pohon meranti yang dikenal memiliki karakter kuat, kokoh, dan mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. 

Filosofi tersebut menjadi identitas utama kawasan ini, yakni menghadirkan lingkungan hunian yang melambangkan kekuatan, pertumbuhan, serta keberlanjutan bagi setiap keluarga yang memilih tinggal di dalamnya.

PT Propernas Nusa Dua memandang bahwa kebutuhan masyarakat terhadap rumah saat ini semakin beragam. 

Tidak hanya masyarakat yang baru ingin memiliki rumah pertama, tetapi juga keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas seiring bertambahnya anggota keluarga maupun konsumen yang melihat properti sebagai instrumen investasi. 

Karena itu, Cluster Shorea dirancang dengan pilihan tipe hunian yang mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan tersebut dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Untuk masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama, Cluster Shorea menyediakan Type 32/72 melalui skema rumah subsidi. 

Hunian ini dirancang dengan konsep fungsional sehingga setiap ruang dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi kenyamanan penghuni. 

Meski berada pada kategori rumah subsidi, kualitas bangunan dan lingkungan tetap menjadi perhatian utama pengembang.

“Tipe ini menjadi solusi bagi keluarga muda yang ingin segera memiliki rumah sendiri dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Kehadiran rumah subsidi di kawasan Kota Mandiri Bekala sekaligus membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mewujudkan impian memiliki hunian yang layak di lingkungan yang berkembang.

Sementara itu, bagi konsumen yang menginginkan ruang lebih luas dan desain yang lebih modern, Cluster Shorea menawarkan Type 36/72 sebagai pilihan rumah komersial. 

Tipe ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara fungsi, estetika, dan kenyamanan, sehingga cocok bagi keluarga yang mengutamakan kualitas hidup.

Selain memberikan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari, Type 36/72 juga dinilai memiliki nilai investasi yang baik. 

Berkembangnya kawasan Kota Mandiri Bekala diproyeksikan akan mendorong kenaikan nilai properti sehingga rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga aset yang terus bertumbuh.

Pilihan lainnya adalah Type 40/84, tipe rumah komersial dengan luas lahan yang lebih besar. Hunian ini memberikan keleluasaan bagi pemilik untuk melakukan pengembangan rumah di masa mendatang sesuai kebutuhan keluarga. 

Dengan ruang yang lebih lega, Type 40/84 menjadi pilihan ideal bagi keluarga yang membutuhkan area lebih luas untuk menunjang berbagai aktivitas. 

Potensi pengembangan kawasan yang terus berlangsung juga menjadikan tipe ini memiliki prospek investasi yang semakin menarik dalam jangka panjang. 

Keunggulan lain yang ditawarkan Cluster Shorea adalah konsep kawasan yang menggabungkan rumah subsidi dan rumah komersial dalam satu lingkungan. 

Pendekatan ini mencerminkan komitmen PT Propernas Nusa Dua untuk menghadirkan kawasan hunian yang inklusif, di mana masyarakat dengan kebutuhan dan kemampuan yang berbeda tetap dapat menikmati kualitas lingkungan yang sama.

Melalui konsep tersebut, perusahaan ingin menegaskan bahwa setiap masyarakat berhak memperoleh hunian yang nyaman, aman, dan berada di lingkungan yang tertata. 

Kehadiran rumah subsidi tidak mengurangi kualitas kawasan, sementara rumah komersial tetap menawarkan nilai tambah berupa ruang yang lebih luas serta prospek investasi.

Sebagai bagian dari pengembangan Kota Mandiri Bekala, Cluster Shorea juga didukung kawasan yang terus berkembang. 

Berbagai infrastruktur dan fasilitas penunjang secara bertahap terus dilengkapi sehingga memberikan kemudahan akses sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penghuni.

Selain menawarkan lingkungan yang nyaman bagi keluarga, legalitas proyek yang jelas menjadi nilai tambah tersendiri. 

Cluster Shorea dikembangkan langsung oleh PT Propernas Nusa Dua yang berkomitmen menghadirkan kawasan hunian dengan tata kelola yang baik serta memberikan kepastian bagi para konsumennya.

Dengan seluruh keunggulan tersebut, Cluster Shorea diharapkan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama maupun mencari hunian yang mampu memberikan kenyamanan sekaligus nilai investasi. 

Kehadiran tiga pilihan tipe rumah dalam satu kawasan menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat yang beragam dapat dijawab melalui pengembangan kawasan yang terencana, berkualitas, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. 

“Melalui Cluster Shorea, PT Propernas Nusa Dua kami tidak sekadar membangun rumah, melainkan menghadirkan sebuah lingkungan tempat keluarga dapat tumbuh, berkembang, dan membangun masa depan di kawasan Kota Mandiri Bekala yang terus menunjukkan prospek positif sebagai salah satu kawasan hunian berkembang di Kota Medan,” ucapnya.

Dua Perjanjian Jual Beli Gas Disahkan, PHE Dukung Produksi Migas Nasional dan Penuhi Kebutuhan Energi untuk Industri

Senin, Juni 01, 2026
Penandatanganan dua perjanjian PJBG.

Tangerang (Ekbis9) - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui afiliasinya, yakni PT Pertamina EP, kembali memperkuat komitmennya dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi nasional melalui penandatanganan dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina Hulu Rokan dan PT Cikarang Listrindo di sela rangkaian kegiatan Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026). 

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi sekaligus menjamin pasokan energi bagi sektor industri.

Perjanjian pertama dilakukan antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk pasokan gas bumi yang berasal dari Wilayah Kerja Pertamina EP Zona 4/Aset 2. Gas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi di wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan.

Total jumlah kontrak dalam kerja sama ini mencapai 37.981 BBTU, dengan masa penyaluran mulai Januari 2026 hingga terpenuhinya total kontrak atau paling lambat 31 Desember 2030. Volume penyaluran direncanakan sebesar 11 BBTUD pada 2026, meningkat menjadi 30 BBTUD pada 2027, serta 21 BBTUD pada periode 2028 hingga 2030.

Corporate Secretary PHE Hermansyah Y. Nasroen mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memastikan pemanfaatan gas bumi dapat memberikan nilai tambah bagi penguatan operasional hulu migas nasional.

“Melalui sinergi ini, Kami terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas dari aset produksi untuk mendukung peningkatan lifting migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi. Kolaborasi antar entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi kunci dalam memastikan sumber daya energi dikelola secara maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterang tertulis yang dikutip Senin (6/1/2026).

Selain itu, PT Pertamina EP juga menandatangani PJBG dengan PT Cikarang Listrindo untuk pasokan gas bagi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di kawasan industri Jababeka dan MM2100, Cikarang.

Gas yang berasal dari struktur Akasia Bagus tersebut akan disalurkan dengan volume 6,18 MMSCFD untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik di kawasan industri tersebut, sehingga dapat menjamin pasokan energi yang andal bagi sektor manufaktur dan industri.

Melalui dua kerja sama ini, PHE menegaskan komitmennya dalam memaksimalkan pengelolaan sumber daya gas bumi nasional, baik untuk mendukung sektor hulu migas maupun kebutuhan energi industri, sejalan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. 

Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016. (rel)

Pertamina EP Rantau Field dan Masyarakat Desa Paya Meta Kolaborasi Normalisasi Saluran Irigasi Sawah

Senin, Juni 01, 2026
Pertamina EP Rantau Field bersama dengan Datok Desa Paya Meta mengecek saluran irigasi sawah.

Aceh Tamiang (Ekbis9) - PT Pertamina EP Rantau Field berkolaborasi dengan masyarakat Kampung (Desa) Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang untuk normalisasi saluran irigasi sawah, Kamis (28/5). Perbaikan drainase ini merupakan komitmen perusahaan membantu warga dalam upaya ketahanan pangan khususnya di Kampung Paya Meta. 

Datok (Kepala Desa) Paya Meta, Sugianto mengatakan, sangat bersyukur adanya kegiatan normalisasi drainase yang mengaliri persawahan masyarakat Kampung Paya Meta. Karena itu, warga berpartisipasi aktif turut membantu pekerja dari perusahaan. 

"Kami berterima kasih adanya normalisasi irigasi yang mengaliri persawahan warga. Selama ini, sawah menjadi sumber penghasilan warga sehingga kegiatan normalisasi ini sangat bermanfaat," ujarnya. 

Menurutnya, perbaikan drainase sangat penting bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Hal tersebut tentunya untuk menghindari gagal panen, apalagi pemerintah punya keterbatasan untuk melakukan normalisasi drainase yang sudah mengalami pengendapan atau sedimentasi. 

Normalisasi drainase dilakukan dengan menggunakan satu unit excavator, adapun titik pengerukan sudah ditentukan saat musyawarah dengan pemerintah desa. Seluruh proses pengerjaan normalisasi ini  dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga. 

Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah menyampaikan, kegiatan normalisasi drainase sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah operasi. 

"Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Pertamina EP Rantau Field. Kami mitra yang siap hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi penting dan mendesak seperti ini," katanya. 

Lewat kegiatan normalisasi drainase warga ini, lanjut dia, perusahaan ingin memperkuat sinergi dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan baik bagi lingkungan maupun kehidupan sosial ekonomi warga sekitar.

Pertamina EP Rantau Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) berkomitmen menjalankan operasi dan bisnis hulu migas yang selamat, efisien, andal, patuh dan ramah lingkungan sesuai dengan prinsip Environmental, Sosial and Governance (ESG). (rel)


Otten Coffee Gelar Kembali Kopi Fest Indonesia 2026 di Medan, Hadirkan AeroPress Village

Jumat, Mei 29, 2026

Pengunjung mencicipi racikan kopi yang digelar di Kopi Fest Indonesia 2026 di Sun Plaza Medan. 


Medan, (Ekbis9) - Perhelatan festival kopi tahunan terbesar di tanah air, Kopi Fest Indonesia (KFI) 2026, resmi membuka rangkaian turnya tahun ini dengan memilih Kota Medan sebagai pemberhentian pertama. 

Berlangsung di Sun Plaza Medan mulai tanggal 27 hingga 31 Mei 2026, festival ini sukses menyedot perhatian ribuan pencinta kopi lewat perpaduan F&B bazaar lintas skala, ruang edukasi interaktif, hingga kompetisi penyeduhan tingkat dunia. 

Setelah Medan, pergelaran bergengsi ini dijadwalkan akan melanjutkan kemeriahannya ke Bandung dan Jakarta.

Sejak hari pertama dibuka, area F&B bazaar yang diisi oleh lebih dari 60 tenant lokal dan nasional langsung dipadati oleh pengunjung. 

Fenomena menarik terlihat dari antrean yang mengular panjang di beberapa gerai kopi populer, seperti pelopor kopi susu lokal Toko Kopi Tuku serta salah satu roastery kebanggaan masyarakat lokal, Alligator Roastery. 

Kehadiran jenama-jenama ini membuktikan tingginya animo masyarakat Medan terhadap budaya nongkrong dan apresiasi terhadap komoditas kopi berkualitas.

Salah satu daya tarik utama yang membedakan KFI tahun ini adalah kehadiran AeroPress Village. Zona khusus ini merangkul total 9 local roastery terpilih untuk menyuguhkan pengalaman minum kopi yang lebih personal. 

Sepanjang festival, para pengunjung tidak hanya sekadar menikmati seduhan kopi menggunakan alat AeroPress, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan para roaster di balik layar sekaligus berburu biji kopi pilihan segar untuk kebutuhan seduh di rumah.

Bagi para pemula yang baru ingin menyelami dunia kopi, KFI 2026 menghadirkan aktivitas inklusif berupa gerakan "Seduh Kopi Rp1". 

Melalui program edukasi ini, masyarakat awam ditantang untuk beralih peran dari sekadar penikmat menjadi peracik kopi. 

Pengunjung dapat mencoba langsung menyeduh kopi menggunakan peralatan kelas dunia, mulai dari alat seduh manual Bialetti dan Fellow, hingga teknologi mutakhir dari mesin espresso otomatis DeLonghi dan perangkat pintar Mesin Espresso dari Fellow.

Kemeriahan KFI 2026 Medan akan mencapai puncaknya melalui gelaran Indonesia AeroPress Championship (IAC) 2026 Regional Medan yang dijadwalkan bergulir pada 29–31 Mei. 

Puluhan jagoan seduh dari berbagai daerah akan saling adu ketangkasan demi memperebutkan tiket menuju babak Final Nasional di Jakarta. 

Pemenang utama dari tingkat nasional nantinya akan resmi mewakili Indonesia untuk bertanding di panggung puncak World AeroPress Championship (WAC) 2026 yang akan diselenggarakan di Meksiko.

Sebagai inisiator, Otten Coffee juga memanjakan para pengunjung sepanjang festival dengan menghadirkan berbagai penawaran eksklusif yang hanya tersedia di lokasi acara. 

Penawaran tersebut meliputi potongan harga hingga 20% untuk jajaran biji kopi nusantara maupun internasional, diskon 10% untuk menu kopi siap minum (ready-to-drink), serta penawaran harga khusus untuk lini mesin espresso rumahan hingga komersial.

BSI Catat Pertumbuhan Tabungan Tertinggi di Industri, Nasabah Capai 23,7 Juta

Rabu, Mei 13, 2026

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bersama jajaran usai memaparkan kinerja Perseroan Triwulan I 2026

Jakarta (Ekbis9) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan Tabungan tertinggi di industri. Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta di mana 1,2 juta merupakan generasi muda (Millenial dan Gen-Z). 

Tabungan Haji mengantarkan BSI melanjutkan kinerja yang solid sejak merger, sekaligus menunjukkan bahwa dual licence—bank syariah dan bank emas sukses menumbuhkan customer base secara signifikan. 

Sejak merger 1 Februari 2021, nasabah BSI tumbuh 9,26 juta, dan khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah bertambah 0,5 juta menjadi 23,7 juta. 

Peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18% (YOY), menjadi Rp376,8 triliun. Tak hanya tinggi, DPK BSI tumbuh pada segmen dana murah (CASA) di mana Giro naik 24,17% (YOY) menjadi Rp71,7 triliun dan Tabungan tumbuh 20,18% (YOY) menjadi Rp164,5 triliun. Total dana murah (CASA) tumbuh 21,36% (YOY) menjadi Rp236,2 triliun.

"Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,’’ kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo pada paparan kinerja Perseroan Triwulan I 2026, dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (13/5/2026). 

BSI, kata dia, fokus pada penumbuhan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis.  Sebagai bank syariah dengan status persero, BSI berperan aktif mendukung antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji. 

Data BSI menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk berhaji terus melonjak di mana pada tahun 2023 pendaftar haji nasional 286,4 ribu naik menjadi 422,3 ribu pada 2025. 

BSI menunjukkan dominasinya di dalam pendaftaran tabungan haji nasional dengan peningkatan  market share semula 49,5% pada tahun 2023 menjadi 53,6% pada tahun 2025. Dari 422,3 ribu pendaftar haji sebanyak 226,4 ribu mendaftar melalui BSI. 

Untuk fase keberangkatan pun BSI mendominasi di mana pada tahun 2026 sebesar 83,5% dari total kuota keberangkatan adalah jemaah yang mendaftar lewat BSI. 

Pendaftar haji Melalui BSI meningkat setiap tahun dengan didukung kemudahan pembukaan rekening melalui platform BYOND by BSI serta berbagai campaign program haji yang dilakukan secara nasional.  

Peningkatan DPK mendorong total asset BSI per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp460,1 triliun yang mengantarkan BSI naik peringkat ke jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi masuk sebagai bank Persero pada 23 Januari 2026. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank besar.

Layanan haji adalah bagian dari implementasi lisensi BSI sebagai bank syariah. Saat ini BSI juga sebagai satu satunya bank yang memperoleh lisensi emas yang terbukti meningkatkan inklusivitas, ditandai naiknya nasabah non-Muslim menjadi 12%.

 “Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain. Pada Triwulan I 2026 BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1% (YOY). Kinerja tersebut adalah hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana,penjagaan kualitas pembiayaan serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee terutama dari bisnis emas.

Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho mengungkap dual licence mendorong pertumbuhan Fee Based Income (FBI) BSI pada Triwulan I 2026 ke level Rp2,09 triliun, naik 22,98% (YOY). 

Komposisi FBI terhadap total pendapatan BSI naik menjadi 22,98% dengan bisnis emas sebagai kontributor tertinggi 33,69% dengan total Rp705 miliar—tumbuh 125% (YOY), disusul treasury dengan komposisi 21,67% dan E-channel sebesar 17,46%. 

Dari bisnis emas, BSI berhasil menumbuhkan pembiayaan gadai emas 58,3% (YOY) dan E-mas tumbuh lebih dari 2.700 %. 

Dari sisi pembiayaan, BSI berhasil menumbuhkan dobel digit atau 14,39% (YOY) mencapai Rp329 triliun dengan fokus pembiayaan Konsumer. Meski tumbuh signifikan, secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8% membaik dari 1,88% periode sebelumnya. 

Adapun NPF Nett di sekitar 0,38%. Mayoritas pembiayaan (72,37%) didistribusikan pada segmen Konsumer dan Ritel, sisanya 27,63% ke segmen wholesale.

Peningkatan Dana Murah berkontribusi terhadap penurunan biaya dana ke level 2,12% dan penjagaan kualitas pembiayaan Cost of Credit (CoC) BSI juga masih terjaga pada level 0,73%. 

Kondisi tersebut cukup ideal untuk mendorong rasio laba bersih Perseroan pada Triwulan I 2026 dengan indikasi ROA 2,53% dan ROE 19,36%.

Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna mengungkap BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah melalui support terhadap MBG sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG, penyaluran KDMP dan penyaluran KUR yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu Koperasi dan 17,732 nasabah penerima KUR. 

Dari sisi penyediaan rumah bersubsidi, BSI menyalurkan FLPP kuartal I sebanyak 894 nasabah. Adapun total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp5,7 triliun. Selain itu BSI juga berpartisipasi di dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM. (red)

EKONOMI

BISNIS

POLITIK

HUKUM

DAERAH