Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

BSI Dorong Nasabah Prioritas Medan Maksimalkan Potensi Emas sebagai Instrumen Pelestari Kekayaan

Senin, Agustus 03, 2026


 Kegiatan Sahabat Till Jannah bertajuk "Preserving Value For A Lasting Legacy" di Medan

Ekbis9.com - Menyongsong era pertumbuhan ekonomi yang penuh dengan peluang, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melalui layanan BSI Prioritas terus agresif memperkuat posisinya di industri sharia wealth management. 

Langkah strategis ini diwujudkan dengan mengedukasi dan mengajak nasabah High Net-Worth Individuals (HNWI) di Medan untuk memaksimalkan potensi investasi syariah, khususnya emas, sebagai instrumen pelestari kekayaan yang kokoh untuk jangka panjang.

Komitmen tersebut dikemas melalui gelaran eksklusif Sahabat Till Jannah bertajuk "Preserving Value For A Lasting Legacy" yang diadakan di Santika Premiere Hotel, Medan, pada Sabtu (25/7/2026). 

Acara ini menghadirkan pula Ust Hilman Fauzi sebagai salah satu pembicara dan Andy Oki, Islamic Ecosytem Manager BSI yang secara khusus membedah aspek syariah, hingga strategi pengelolaan kekayaan melalui emas yang dinilai sangat inklusif dan berkelanjutan bagi para investor.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Region II Medan, Taufan Anshari, menyatakan bahwa paradigma investasi emas kini telah bergeser. Emas tidak lagi sekadar instrumen tradisional, melainkan telah berevolusi menjadi aset strategis yang sangat relevan bagi kebutuhan investor modern.

"Dalam beberapa tahun terakhir, emas semakin menegaskan posisinya. Bukan sekadar instrumen lindung nilai (safe haven), tetapi emas telah menjadi bagian krusial dari strategi pengelolaan kekayaan yang komprehensif," ujar Taufan.

Taufan menambahkan, histori ketahanan dan potensi kenaikan nilai emas di tengah fluktuasi ekonomi menjadikannya komponen wajib dalam portofolio investasi yang tangguh. 

"Melalui pengelolaan yang tepat, emas adalah kunci utama bagi nasabah dalam mencapai kemandirian finansial, sekaligus mewariskan kekayaan secara berkelanjutan kepada generasi penerus," tegasnya.

Guna memfasilitasi antusiasme nasabah prioritas, BSI telah membangun ekosistem emas syariah dan layanan bullion banking yang terintegrasi. 

BSI Prioritas menawarkan fleksibilitas penuh bagi nasabah untuk memiliki investasi emas, baik dalam wujud fisik maupun digital, melalui SuperApp Byond by BSI. Inovasi digital ini menjamin setiap transaksi dapat dilakukan kapan saja dengan prinsip yang aman, transparan, dan sesuai syariat.

Ekosistem yang dihadirkan sangat komprehensif, mulai dari perdagangan emas, Tabungan E-Mas, Cicil Emas BSI, Gadai Emas BSI, hingga produk BSI Gold. 

Bisnis emas ini kini menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan bank, yang secara bersamaan mendukung penuh program hilirisasi emas dari pemerintah.

Keseriusan BSI Prioritas dalam menggarap segmen wealth management terbukti mencetak kinerja impresif. Hingga semester pertama tahun 2026, BSI tercatat telah dipercaya untuk mengelola dana dari lebih dari 70.000 nasabah BSI Prioritas.

Kepercayaan publik yang tinggi terhadap kapabilitas layanan syariah dan inovasi bank emas ini juga berdampak signifikan pada lonjakan total basis nasabah BSI, yang kini telah menembus angka 24 juta nasabah secara nasional.

Lebih lanjut, Taufan memastikan bahwa BSI Prioritas tidak akan berhenti pada inovasi emas. Sebagai penyedia layanan wealth management komprehensif, BSI Prioritas turut menyediakan ragam instrumen investasi syariah lainnya, seperti Reksa Dana Syariah, Sukuk, dan Bancassurance. 

Seluruh layanan finansial ini didukung oleh fasilitas eksklusif di luar perbankan (beyond banking), seperti Konsultasi Waris serta Hajj & Umrah Concierge.

"Melalui inisiatif Sahabat Till Jannah ini, kami berharap dapat terus mempererat engagement dengan nasabah BSI Prioritas. Sekaligus, ini menjadi wujud nyata komitmen kami untuk mengukuhkan posisi BSI sebagai bank emas terdepan, serta sahabat finansial, sosial, dan spiritual pilihan utama bagi masyarakat Indonesia," pungkas Taufan. 

Laba Bersih BSI Tumbuh 16,73 Persen, Bukukan Rp3,39 Triliun di Mei 2026

Kamis, Juli 09, 2026
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho 

Jakarta, (Ekbis9) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali mencatatkan kinerja yang solid sepanjang Januari–Mei 2026. Posisi Mei 2026, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun, tumbuh 16,73% secara tahunan (year on year/yoy), ditopang pertumbuhan dana murah (CASA), ekspansi pembiayaan yang berkualitas, serta akselerasi transformasi digital dan pengembangan bisnis bank emas.

Kinerja tersebut mempertegas efektivitas strategi BSI dalam mengoptimalkan keunggulan sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bullion bank). 

Fokus pada penghimpunan dana murah melalui berbagai ekosistem syariah, dipadukan dengan perluasan layanan investasi emas yang semakin mudah dijangkau masyarakat, menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis Perseroan.

Hingga Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp372 triliun, tumbuh 16,74% (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung dominasi dana murah dengan komposisi tabungan mencapai Rp165 triliun atau 44,35% dari total DPK, sehingga rasio Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi 63,16%.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, pertumbuhan laba Perseroan didorong oleh implementasi strategi dual license BSI sebagai bank syariah dan bank emas yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat basis dana murah.

"Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses tabungan BSI emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI," ujar Cahyo.

Sejalan dengan strategi tersebut, Tabungan Haji BSI hingga Mei 2026 tumbuh 17,15% yoy menjadi Rp6,25 triliun. 

Perseroan secara konsisten mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi di sejumlah kota.

Kemudahan membuka rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendorong peningkatan akuisisi nasabah secara digital. 

Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan oleh lebih dari 10 juta pengguna, dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, mencerminkan semakin kuatnya adopsi layanan digital BSI.

Penguatan dana murah dan transformasi digital tersebut juga memberikan ruang yang lebih besar bagi Perseroan untuk memperluas fungsi intermediasi. 

Hingga Mei 2026, pembiayaan BSI tumbuh 14,60% yoy menjadi Rp335 triliun, dengan fokus pada segmen konsumer dan tetap menjaga kualitas aset. 

Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang membaik menjadi 1,80%, dibandingkan 1,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Cahyo menegaskan, BSI akan terus memperkuat sinergi antara layanan digital, jaringan kantor cabang, e-channel, serta pengembangan ekosistem syariah untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Pihaknya optimistis penguatan dana murah, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan bagi Perseroan. 

"Seluruh layanan BSI saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh," tutup Cahyo. (rel

BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Rupiah dan Inflasi Dijaga

Rabu, Juni 10, 2026

Bank Indonesia.

Jakarta (Ekbis9) - Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia, Selasa (9/6). 

Kenaikan suku bunga dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut juga bertujuan meningkatkan imbal hasil guna menarik aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.

“Sesuai Undang-Undang dan praktik yang berjalan selama ini, Bank Indonesia setiap hari Selasa mengadakan RDG Mingguan untuk mengevaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang telah ditetapkan dalam RDG Bulanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Medan.

Dalam evaluasi sejak RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026, nilai tukar rupiah tercatat melemah lebih besar dari yang diperkirakan. 

Selain dipicu gejolak global yang masih berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri, pelemahan rupiah juga dipengaruhi aliran keluar investasi portofolio asing.

Karena itu, Bank Indonesia memandang perlu menempuh langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah melalui peningkatan imbal hasil dan sejumlah insentif guna mendorong masuknya investasi asing.

“Stabilisasi nilai tukar rupiah juga ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 serta 2027 dapat tercapai,” katanya.

Selain menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen, Bank Indonesia juga memperkuat kebijakan stabilisasi rupiah melalui sejumlah langkah. 

Di antaranya menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan guna meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing.

BI juga memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen untuk meningkatkan daya tarik investasi sekaligus mengompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.

Selanjutnya, BI membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) dengan tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan. 

Langkah ini diarahkan agar pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap berada pada level double digit atau di atas 10 persen.

Bank Indonesia juga meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing. Penguatan operasi moneter rupiah dilakukan melalui lelang SRBI dua kali dalam sepekan.

Sedangkan operasi moneter valuta asing diperkuat melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.

Di sisi lain, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal pemerintah. 

Sebagaimana disampaikan bersama Menteri Keuangan pada 6 Juni 2026, koordinasi tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui peningkatan daya tarik investasi pada SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu juga menjaga kecukupan likuiditas melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia.

Koordinasi fiskal dan moneter yang selama ini telah berjalan kuat akan terus diperkuat secara berkesinambungan guna menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Bank Indonesia meyakini fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan memiliki daya tahan dalam menghadapi gejolak global. (red)


Punya Ide dan Mimpi Bikin Bisnis Lebih Baik? SheHacks Dukung Pertumbuhan Perempuan Lewat AI

Senin, Juni 08, 2026


Medan (Ekbis9)-
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menghadirkan*SheHacks* sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan akses perempuan terhadap kapabilitas digital, ekosistem pendukung, dan peluang pertumbuhan di Indonesia. 

Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, perempuan pelaku UMKM membutuhkan akses yang lebih merata terhadap pembelajaran, pendampingan, konektivitas, dan teknologi agar dapat membangun usaha yang lebih adaptif dan berdaya saing. 

Kehadiran Teknologi digital telah lama membantu pelaku usaha memperluas akses pasar dan menjangkau lebih banyak pelanggan. ,kini kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang baru bagi perempuan untuk mengembangkan ide, meningkatkan produktivitas, memahami kebutuhan pelanggan, dan membawa bisnisnya tumbuh lebih optimal. 

Bagi UMKM, AI kini tidak lagi hanya menjadi teknologi untuk perusahaan besar, tetapi juga dapat menjadi alat praktis untuk meningkatkan produktivitas, memahami kebutuhan pelanggan, membuat strategi pemasaran, hingga memperluas jangkauan bisnis.

 Hal ini menjadi semakin penting mengingat KemenPPPA mencatat bahwa 64,5% UMKM di Indonesia dimiliki atau dikelola oleh perempuan. Dengan kontribusi perempuan yang begitu besar dalam menggerakkan ekonomi nasional, akses terhadap teknologi dan AI menjadi semakin krusial agar perempuan pelaku UMKM dapat memperkuat kapasitas, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan. 

Selama enam tahun terakhir, SheHacks telah membantu dan mendampingi lebih dari 61.000 perempuan di berbagai daerah melalui penguatan kapasitas bisnis, akses pembelajaran digital, pendampingan, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan perempuan berbasis teknologi. 

Melanjutkan fokus SheHacks dalam mendorong ekspansi bisnis perempuan melalui pemanfaatan teknologi sebagai enabler usaha, SheHacks 2026 hadir dengan pendekatan yang lebih relevan terhadap kebutuhan bisnis saat ini, yaitu membantu perempuan pelaku UMKM memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) secara lebih praktis untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat strategi pemasaran, memahami kebutuhan pelanggan, membuat konten dan materi promosi, serta mengel

Ovidia Nomia, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, “Sejak pertama kali hadir, SheHacks terus berevolusi untuk menjawab kebutuhan perempuan Indonesia yang juga terus berkembang. 

Tahun ini, kami memberikan fokus lebih pada AI karena kami melihat teknologi ini akan semakin berperan dalam cara masyarakat belajar, bekerja, berwirausaha, dan berinovasi. Melalui SheHacks, kami ingin memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk memahami dan memanfaatkan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator, inovator, dan penggerak pertumbuhan ekonomi. 

Sejalan dengan semangat #LebihBaik, kami percaya teknologi harus mampu membuka peluang yang lebih luas dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan konektivitas dan AI, kami berharap semakin banyak perempuan dapat membangun versi ‘lebih baik’ mereka masing-masing, baik dalam memulai usaha, mengembangkan bisnis, maupun menjangkau peluang yang lebih besar di era digital.”

Ruang Belajar dan Bertumbuh bagi Perempuan Pelaku UMKM

Di tahun ketujuh penyelenggaraannya, SheHacks hadir untuk membantu lebih banyak perempuan Indonesia mengembangkan bisnis menjadi lebih baik melalui akses pembelajaran, mentoring, teknologi digital, dan AI yang aplikatif untuk kebutuhan usaha sehari-hari.

SheHacks 2026 menargetkan 27.000 perempuan pelaku UMKM melalui rangkaian pembelajaran interaktif selama enam bulan yang mencakup self-learning, webinar, workshop online, mentoring, hingga business showcase yang dapat diakses secara fleksibel dari mana saja.

Program ini juga diperkuat melalui workshop offline di 10 kota di Indonesia, yaitu Bandung, Trenggalek, Medan, Bogor, Ternate, Bekasi, Pekanbaru, Badung, Singkawang, dan Sragen. Peserta akan mengikuti talkshow inspiratif dan live selling session bersama perempuan pelaku usaha, komunitas, influencer, dan perwakilan Indosat, sekaligus mempelajari pemanfaatan AI untuk mendukung pemasaran, pembuatan konten, hingga pengelolaan keuangan menggunakan Sahabat-AI, Large Language Model (LLM) asli Indonesia yang aplikatif untuk kebutuhan usaha sehari-hari.

Melalui SheHacks 2026, Indosat mendorong perempuan memanfaatkan teknologi dan AI sebagai langkah #LebihBaik dalam mengembangkan bisnis. 

Dengan dukungan pembelajaran, mentoring, dan akses teknologi, SheHacks hadir untuk membuka lebih banyak peluang agar perempuan Indonesia dapat membawa usahanya terus berkembang

Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi US$144,9 Miliar, BI Pastikan Tetap Kuat

Senin, Juni 08, 2026
Ilustrasi.

Jakarta (Ekbis9) - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai 146,2 miliar dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan meningkatnya permintaan valuta asing musiman dari dalam negeri.

Meski demikian, penurunan tersebut tertahan oleh masuknya dana dari penerbitan obligasi global (global bond) pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Perry menegaskan, posisi cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level yang kuat. Cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jumlah tersebut juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada pada kisaran tiga bulan impor.

“Cadangan devisa yang dimiliki Indonesia mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Perry yang dilansir dari website resmi Bank Indonesia, Senin (8/6/2026).

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal nasional akan tetap terjaga. Optimisme tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai dan berlanjutnya aliran masuk modal asing.

Menurut Perry, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia serta imbal hasil investasi yang masih menarik menjadi faktor pendukung masuknya modal asing ke dalam negeri.

Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian nasional demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


EKONOMI

BISNIS

POLITIK

HUKUM

DAERAH